Artikel Detail

Bepergian Selama Masa Kehamilan

  • Admin

Menikmati momen liburan (babymoon) atau sekadar melakukan perjalanan bisnis selama kehamilan tentu bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Secara umum, bepergian selama kehamilan aman dilakukan bagi kebanyakan wanita, asalkan tidak ada komplikasi atau perawatan khusus akibat kehamilan yang bermasalah. Tentu saja, keamanan ini juga bergantung pada usia kehamilan serta tingkat kenyamanan Bunda selama di perjalanan. Agar perjalanan Bunda tetap santai, aman, dan lancar, berikut adalah panduan lengkap yang perlu Bunda perhatikan!

 

Kapan Waktu Terbaik untuk Pergi Liburan?

Waktu paling ideal dan aman untuk melakukan perjalanan adalah pada saat usia kehamilan Bunda berada di antara minggu ke-14 dan ke-28. Mengapa demikian?

  • Pada pertengahan kehamilan ini, keluhan morning sickness biasanya sudah hilang dan energi tubuh Bunda telah kembali.
  • Masalah kehamilan yang bersifat darurat umumnya lebih sering terjadi pada trimester pertama dan ketiga.
  • Setelah melewati usia kehamilan 28 minggu, Bunda mungkin akan merasa lebih sulit untuk bergerak atau duduk lama di dalam kendaraan.

 

Panduan Aman Berdasarkan Jalur Transportasi

Cobalah mencari moda transportasi dengan durasi perjalanan yang tercepat, paling nyaman, dan paling aman.

1. Perjalanan Darat (Mobil)

Menghabiskan waktu berjam-jam di jalan bisa sangat melelahkan, sehingga cobalah untuk membatasi aktivitas mengemudi agar tidak lebih dari 5 hingga 6 jam setiap harinya.

  • Seringlah melakukan pemberhentian selama perjalanan agar Bunda bisa bergerak dan meregangkan kaki.
  • Pemakaian sabuk pengaman sangatlah penting pada setiap perjalanan, bahkan jika mobil Bunda memiliki kantong udara (airbag). Ibu hamil dan bayi yang belum lahir memiliki peluang jauh lebih besar untuk bertahan hidup jika terjadi kecelakaan ketika memakai sabuk pengaman.
  • Cara Pakai Sabuk: Gunakan sabuk pangkuan dan sabuk bahu sekaligus. Tempatkan sabuk pangkuan di posisi rendah pada tulang pinggul dan di bawah perut Bunda. Sabuk bahu harus menyilang di sisi perut, tepat di tengah dada (antara payudara), tanpa melewati leher atau berada di bawah lengan Bunda.
  • Jangan mematikan kantong udara, namun pastikan posisi kursi agak dijauhkan dari dashboard. Jika Bunda yang mengemudi, miringkan roda kemudi ke atas agar menjauhi area perut.

2. Perjalanan Udara (Pesawat)

Secara umum, perjalanan udara aman dilakukan selama kehamilan oleh ibu hamil yang kondisinya sehat.

  • Pastikan Bunda mengecek kebijakan maskapai, karena beberapa penerbangan membatasi ibu hamil terbang di bulan terakhir kehamilan (tidak diperkenankan terbang di atas usia 36 minggu), atau mengharuskan membawa sertifikat medis.
  • Pesanlah tempat duduk yang berada di dekat lorong agar Bunda lebih mudah untuk bangun dan berjalan meregangkan kaki demi melancarkan sirkulasi darah.
  • Kenakan sabuk pengaman setiap saat di bagian bawah perut karena turbulensi bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.
  • Hindari minuman berkarbonasi dan makanan yang mengandung banyak gas (seperti brokoli) sebelum terbang. Gas dapat mengembang pada tekanan udara pesawat yang rendah dan menyebabkan ketidaknyamanan pada perut Bunda.
  • Udara di kabin yang kering dapat memicu dehidrasi, jadi pastikan Bunda banyak minum air putih.

 

3. Perjalanan Air (Kapal Pesiar)

  • Risiko utama bepergian dengan kapal pesiar adalah mabuk laut (mual, pusing, hingga muntah). Bunda dapat berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan obat anti-mabuk yang aman.
  • Penumpang kapal juga rentan terhadap infeksi Norovirus (virus penyebab mual dan muntah parah yang menular dari makanan, minuman, atau permukaan). Rajinlah mencuci tangan serta mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
  • Pastikan kapal laut yang Bunda tumpangi memiliki dokter atau perawat, serta fasilitas medis modern untuk menghadapi keadaan darurat.

 

Risiko DVT (Deep Vein Thrombosis) dan Pencegahannya

Setiap perjalanan yang mengharuskan Bunda duduk selama 4 jam atau lebih dapat menggandakan risiko DVT, yaitu kondisi terbentuknya bekuan darah yang berbahaya pada pembuluh kaki. Kehamilan sendiri juga merupakan faktor risiko tambahan untuk terjadinya DVT. Langkah pencegahannya sangat mudah:

  • Minum banyak cairan secara teratur.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman.
  • Berjalanlah dan lakukan peregangan tubuh secara berkala.
  • Bunda bisa mengenakan stoking penekan khusus di bawah lutut untuk mencegah pembentukan darah, namun pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Kewaspadaan Ekstra Selama Bepergian

  • Makanan dan Air: Diare bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil karena memicu dehidrasi. Minumlah air kemasan botol atau air kran yang sudah direbus selama 1 menit. Jangan makan daging atau ikan yang masih mentah, dan hindari sayur serta buah segar kecuali jika Bunda mengupasnya sendiri atau sudah dimasak.
  • Perjalanan Luar Negeri: Hindari perjalanan ke daerah yang memiliki risiko Malaria tinggi. Jika harus pergi, dokter bisa meresepkan obat anti-malaria yang aman untuk kehamilan seperti klorokuin.
  • Siapkan Dokumen: Selalu bawa salinan catatan kesehatan Bunda dan asuransi perjalanan sebagai langkah antisipasi.

 

🌸 Pastikan Perjalanan Bunda Aman dengan Pemeriksaan Pranatal!

Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk menunda perjalanan selama kehamilan jika tubuh Bunda sehat dan tidak ada komplikasi. Namun, persiapan medis yang tepat adalah kunci utama untuk menikmati liburan yang nyaman dan bebas rasa khawatir.

💬 Ingin Memastikan Kondisi Janin Sebelum Berangkat Liburan?

Beritahukan rencana perjalanan Bunda pada penyedia layanan kesehatan dan lakukan pemeriksaan pranatal sebelum bepergian. Tim medis kami siap mengevaluasi kesehatan kehamilan Bunda, melakukan USG, serta meresepkan suplemen atau obat anti-mabuk yang aman jika diperlukan. Hubungi layanan pelanggan kami hari ini untuk menjadwalkan konsultasi perjalanan Bunda!

📱 Hubungi Kami Sekarang:

👉 WhatsApp: 081294947422

👉 Instagram: @lombokduadua

👨‍⚕️ Catatan Medis

Artikel ini telah disusun dan disesuaikan secara medis oleh dr. Santoso Kusumowidagdo, Sp.Og.