Artikel Detail

Fakta, Tips Sehat dan Panduan Kenaikan Berat Badan Ideal Selama Kehamilan

  • Admin

Menjaga pola makan selama kehamilan adalah salah satu kunci utama untuk memastikan kesehatan ibu dan janin. Makan makanan yang sehat dan seimbang akan membantu bayi mendapatkan nutrisi yang dia butuhkan dan tumbuh dengan kecepatan yang sehat.

Banyak mitos mengatakan bahwa ibu hamil harus "makan untuk dua orang". Faktanya, rata-rata wanita hamil hanya membutuhkan sekitar 300 kalori sehat lebih banyak sehari daripada sebelum dia hamil. Asupan kalori ekstra yang terukur ini akan membantunya menambah berat badan yang tepat selama kehamilan.

Lalu, berapa sebenarnya angka kenaikan berat badan yang ideal dan bagaimana cara mencapainya? Mari kita bahas selengkapnya!

Berapa Kenaikan Berat Badan yang Direkomendasikan?

Angka kenaikan berat badan yang ideal sangat bergantung pada Indeks Massa Tubuh (IMT) atau berat badan Anda sebelum hamil. Selalu tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan berapa berat yang harus bertambah. Berikut adalah panduan umumnya:

  • Berat Badan Rata-Rata: Seorang wanita yang memiliki berat badan rata-rata sebelum hamil harus menambah 25 sampai 35 pon setelah hamil.
  • Kurus (Underweight): Wanita kurus harus menambah berat badan 28 hingga 40 pon.
  • Kelebihan Berat Badan (Overweight): Wanita yang kelebihan berat badan mungkin hanya perlu menambah 15 hingga 25 pon selama kehamilan.
  • Kehamilan Kembar: Pada kehamilan kembar, ibu harus menambah 35 hingga 45 pon selama kehamilan. Sangat penting untuk menambah berat badan yang tepat saat mengandung bayi kembar karena berat badan memengaruhi berat bayi, terutama karena anak kembar seringkali lahir sebelum tanggal jatuh tempo. Saat mengandung bayi kembar, ibu mungkin membutuhkan antara 3.000 dan 3.500 kalori sehari.
  • Pola Kenaikan Wajar: Secara umum, Anda harus menambah berat badan sekitar 2 hingga 4 pon selama tiga bulan pertama hamil dan 1 pon seminggu selama sisa kehamilan. Untuk kehamilan kembar, rata-rata peningkatannya adalah 1 ½ pon per minggu setelah tiga bulan pertama.

 

Ke Mana Perginya Berat Ekstra Tersebut?

Banyak ibu yang khawatir tubuhnya menjadi gemuk. Padahal, kenaikan berat badan sebesar 25-35 pon tersebut didistribusikan ke berbagai elemen pendukung kehidupan janin:

  • Bayi: 8 pon.
  • Lemak yang disimpan untuk melahirkan dan menyusui: 5-9 pon.
  • Pasokan darah: 4 pon.
  • Rahim lebih besar: 2-5 pon.
  • Plasenta: 2-3 pon.
  • Cairan ketuban: 2-3 pon.
  • Jaringan payudara: 2-3 pon.

 

Bolehkah Menurunkan Berat Badan Saat Hamil?

Dalam banyak kasus, wanita tidak boleh mencoba menurunkan berat badan atau diet selama kehamilan. Jika seorang wanita sangat kelebihan berat badan saat hamil, dokter mungkin ingin dia menurunkan berat badan, namun dia seharusnya hanya menurunkan berat badan di bawah perawatan dokternya.

 

Tips Memenuhi Target Berat Badan Ideal

Jika penyedia layanan kesehatan menyarankan Anda untuk menambah berat badan saat Anda hamil, cobalah tip berikut ini:

  • Makan lima sampai enam porsi kecil setiap hari.
  • Siapkan camilan cepat dan mudah, seperti kacang-kacangan, kismis, keju dan kerupuk, buah kering, dan es krim atau yogurt.
  • Oleskan selai kacang pada roti panggang, kerupuk, apel, pisang, atau seledri. Satu sendok makan selai kacang lembut memberi sekitar 100 kalori dan 7 gram protein.
  • Tambahkan susu bubuk tanpa lemak ke kentang tumbuk, telur orak-arik, dan sereal panas.
  • Tambahkan bahan pendamping makanan, seperti mentega atau margarin, krim keju, saus, krim asam, dan keju.

Bagaimana Jika Berat Badan Naik Terlalu Cepat?

Jika berat badan bertambah lebih dari yang direkomendasikan, bicarakan dengan dokter tentang hal itu. Biasanya, Anda disarankan menunggu sampai setelah melahirkan untuk menurunkan berat badan. Namun, Anda bisa memperlambat penambahan berat badan dengan cara berikut:

  • Pilih Makanan Cepat Saji yang Tepat: Pilih makanan rendah lemak seperti sandwich dada ayam panggang dengan tomat dan selada (tanpa saus atau mayones). Hindari makanan seperti kentang goreng, stik mozzarella, atau roti ayam yang dilapisi tepung roti.
  • Pilih Susu Rendah Lemak: Menggunakan susu skim, 1%, atau 2% akan sangat mengurangi jumlah kalori dan lemak yang Anda makan. Selain itu, pilih keju atau yogurt rendah lemak atau bebas lemak.
  • Batasi Minuman Manis: Minuman manis seperti minuman ringan, es teh, atau minuman buah memiliki banyak kalori kosong. Pilih air, soda klub, atau air mineral untuk menghilangkan kalori ekstra.
  • Kurangi Garam: Jangan menambahkan garam ke makanan saat memasak, karena garam menyebabkan tubuh menahan air.
  • Batasi Camilan Berkalori Tinggi: Kue kering, permen, dan keripik kentang memiliki banyak kalori dan sedikit nutrisi. Sebagai gantinya, cobalah buah segar, yogurt rendah lemak, atau pretzel sebagai pilihan camilan rendah kalori.
  • Cara Memasak Lebih Sehat: Menggoreng makanan akan menambah kalori dan lemak. Memanggang dan merebus adalah metode persiapan yang lebih sehat.
  • Olahraga Ringan: Moderat latihan dapat membantu membakar kelebihan kalori. Berjalan atau berenang biasanya aman untuk ibu hamil, tetapi tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan olahraga apa yang tepat sebelum memulai.

🌸 Jalani Kehamilan yang Sehat dan Bahagia!

Setiap kehamilan adalah perjalanan yang unik. Mengelola kenaikan berat badan bukan tentang mengejar angka timbangan yang sempurna, melainkan tentang memastikan Anda dan si Kecil mendapatkan nutrisi yang optimal untuk persalinan yang sehat.

💬 Ingin Memastikan Berat Badan Kehamilan Anda Berada di Jalur yang Tepat?

Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kehamilan Anda. Tim medis kami siap memberikan panduan nutrisi, pemantauan berat badan, dan konsultasi kesehatan menyeluruh agar masa kehamilan Anda berjalan lancar dan aman. Hubungi layanan pelanggan kami hari ini untuk menjadwalkan konsultasi prenatal Anda!

📱 Hubungi Kami Sekarang: 

👉 WhatsApp: 081294947422 

👉 Instagram: @lombokduadua

👨‍⚕️ Catatan Medis

Artikel ini telah disusun dan disesuaikan secara medis oleh dr. Santoso Kusumowidagdo, Sp.Og.